Review Film "Minority Report"
Di dalam film ini menceritakan tentang teknologi di masa depan yang dapat menjanjikan dunia dimana tidak ada lagi
pembunuhan, karena hal tersebut dapat dicegah sebelum pembunuhan itu
terjadi.
Sebuah cerita yang berlatar belakang
kejadian di Amerika, Washington D.C. tahun 2054, telah dibentuk
departemen yang dinamakan Precrime dimana mereka memiliki
wewenang untuk menangkap dan memenjarakan orang-orang yang telah
diprediksikan melakukan pembunuhan. Maksudnya adalah walaupun pembunuhan
itu sendiri belum terjadi, namun petugas Precrime dapat
mengintervensinya dengan menyergap orang-orang tersebut pada detik-detik
saat pembunuhan itu akan terjadi, kemudian mengadili dan memenjarakan
si ‘pelaku’ pembunuhan.
Di dalam film ini banyak sekali interaksi manusia dan komputer yang dapat dibahas yaitu, untuk dapat melihat masa depan, Precrime menciptakan program berteknologi tinggi yang dijalankan berdasarkan atas informasi yang didapat dari penglihatan 3 orang paranormal, yang ditempatkan dalam suatu ruang khusus dan dibuat agar selalu tertidur dalam rendaman air. Mereka disebut Precogs, kependekan dari precognitive thinkers. Precogs tersebut adalah orang-orang yang memiliki kemampuan lebih, lazim dikenal dengan sebutan psychic atau cenayang. Dalam tidurnya mereka diberi penglihatan akan potongan-potongan gambar (seperti video slide) kejadian masa depan, terutama dalam hal ini adalah pembunuhan, dan pada kepala mereka dipasang alat-alat khusus yang dihubungkan ke komputer teknologi tinggi milik Precrime agar dapat memvisualisasikan penglihatan mereka dalam bentuk 3D atau tiga dimensi, diproyeksikan lalu merekamnya dalam suatu alat canggih yang berbentuk disc terbuat dari kaca tembus pandang.
Terlihat pula proses interaksi manusia dan komputer dalam satu sekuens, terlihat John Anderton, yang diperankan oleh aktor Tom Cruise, bertugas sebagai pimpinan tim buru sergap Precrime sedang meng-upload data dari disc
tersebut, memvisualisasikan suatu peristiwa pembunuhan ke layar kaca
dan meneliti kejadian tersebut hanya dengan menggerakkan tangannya yang
sudah dilengkapi dengan sarung tangan khusus untuk mengoperasikan
program komputer. Teknologi tersebut dikenal dalam bahasa Inggris dengan
istilah gestural interface technology. Hasil visualisasi adegan aksi pembunuhan yang merupakan rekaman penglihatan dari Precogs, kemudian
dianalisa oleh John Anderton, disaksikan oleh petugas pengadilan dan
staf hukum terkait, mengambil keputusan secara bulat untuk dilakukannya
tindakan pencegahan dan serta merta menyeret ‘pelaku’nya langsung
dialidi lalu dipenjara.
Kecanggihan
lain yang ditunjukkan dalam film ini adalah antara lain alat pendeteksi
identitas melalui retina mata, mobil-mobil yang bisa berjalan secara
vertikal melalui bantalan magnetic dan robot pengintai berbentuk
laba-laba yang dapat menggeledah seluruh penghuni pada suatu gedung
apartemen dalam hitungan menit.